Kamis, 13 November 2008

Resume Bab 4

Menetapkan Objective

Seorang praktisi PR dalam iklim oraganik,dibutukan adanya objective yaitu titik spesifik untuk mencapai tujuan yang dituju.

Dengan berkembangnya konsep perusahaan modern telah menetapkan secara spesifik kemana perusahaan akan di bawa, titik yan spesifik itu disebut Corporate Goals. Ada 2 macam betuk Corporate Goals yaitu :

1. Official Goals ( mission )

Maksud dari mission perusahaan yang didirikan, mission disebut official Goals karena isinya terlampau umum dan sangat idealis. Biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mendaftarkan perusahaannya secara hukum.

2. Operative Goals

Operative Goals akan mendeskripsikan hasil akhir yang spesifik sebuah perusahaan dalam jangka pendek.

Objective PR didefinisikan sebagai sesuatu yang tertulis dan jelas tentang sesuatu yang akan dituju dalam waktu yang telah ditentukan. PR membutuhkan data riset untuk menentukan objective pada bagiannya. Perumusan objective, penting bagi PR untuk mem PR kan gagasan pada tokoh kunci dan mendapatkan dukungan dari pimpinan puncak bila perlu dari pemegang saham. PR dapat meningkatkan citra perusahaan, mengurangi angka kemangkiran, dan dapat mengangkat moral kerja.

Kamis, 23 Oktober 2008

PRODUCT PROFILE II


CD PROMOSI " PRODUCT & COMPANY PROFILE MODEL WEB "

Kegiatan pemasaran memerlukan energi yang sangat besar selain adcost lainnya. Pemasaran secara mouth to mouth merupakan impian para produsen, tentunya harus dibarengi konsekwensi produsen untuk menciptakan “personal” marketing mouth to mouth yaitu dengan cara memberikan kepuasan sesuai kebutuhan dan keinginan “tenaga marketing“ tersebut.

Beberapa kendala yang di hadapi oleh rata-rata perusahaan adalah :
Belum atau masih samarnya pembagian tugas sub divisi yang dikarenakan terbatasnya jumlah dan kapasitas SDM dan atau keuangan perusahaan, sehingga satu orang ‘dipaksa’ melakukan beberapa tugas divisi atau bahkan sering dijumpai merangkap divisi lain seperti produksi ( membuat penawaran produk ) hingga menjadi tour leader atau tour guide.
Maka hasilnya, pencapaian target market hampir nyaris tak tersentuh karena senantisa mengharapkan walking guest dari hasil media iklan saja, sehingga peningkatan jumlah pelanggan tidak begitu menggembirakan.

Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana pesan dapat sampai ke sasaran pasar guna. Disini diperlukannya tingkat kreatifitas yang tinggi, yaitu bagaimana materi bahan promosi dapat diterima langsung ke target pasar melalui presentasi penggalian motif pembelian produk perusahaan tour & travel hingga pemahaman pelanggan terhadap perusahaan tour & travel terukir jelas di benak target pasar.

PRODUCT & COMPANY PROFILE dibuat dalam interface model web yang disimpan ke dalam Compact Disc ( CDR ) ini memiliki kelebihan-kelebihan dibanding dengan model presentasi lainnya, antara lain :

1. Autorun ; file index.htm langsung dibaca oleh personal computer pada saat dimasukkan ke dalam DVD /CD-R maupun DVD / CD-RW. Bilamana halaman ini diberi backsound, maka akan langsung terdengar mussic yang menjadi warna dinamis perusahaan Anda.

2. Kapasitas Byte Hingga 4.500 MB ; mampu menampung berbagai informasi produk secara lengkap mulai dari text microsoft world, excel, animasi gambar JPEG / movie, GIF, flash, file mussic.mid dan data informasi lainnya hingga kapasitas 4,5 Gb.

3. Click Onmouseover Operating ; tampilan gambar belum berubah bilamana pengguna belum klik ke tombol menu navigasi ( onmouseover ). Hal ini lebih memanjakan pengunjung untuk menyimak secara detail sesuai waktu yang ia inginkan tanpa harus kehilangan informasi penting lainnya.

4. Biaya Promosi Lebih Murah ; berdasarkan informasi yang kami terima pada bulan Agustus 2008 bahwa pembuatan CD promosi ( burning cd, cd label, cd cover ) biayanya mulai dari Rp.6.000,- per keping.

5. Permorfa Perusahaan Lebih Meningkat ; meskipun dengan biaya Rp.6 ribu per keping per target customer, namun melalui kemasan luar dan isi yang dibuat tidak membosankan akan mampu menarik simpati calon pelanggan dibanding dengan promosi model hard copy.

BIAYA PEMBUATAN SANGAT MURAH

1. Rp.350.000,- untuk biaya pengolahan database
2. Rp.10.000,- untuk pembuatan satu animasi gif
3. Rp.25.000,- untuk pembuatan satu animasi flash
4. Rp.5.000,- untuk pembuatan setiap tampilan ( interface ) model web
5. Rp.50.000,- untuk biaya dan pengiriman CD serta komunikasi

CARA PEMESANAN

Kirimkan data produk, informasi perusahaan berupa text, gambar atau video dan sertakan sketsa / lay out banner, menu, contents dalam file ms.word sesuai selera Anda dan tentukan jumlah halaman, jumlah gif dan/ atau flash yang hendak ditampilkan ke dalam CD promotion, kemudian copy ke CD-R ke alamat : Biwaddo Hartoko, Jl. Kalimantan Raya 297 Gedang Asri Ungaran Semarang.

Harga :
Budget yang Anda berikan akan sesuai dengan nilai kepuasan produk yang diterima.

Pembayaran melalui Bank Bukopin Cabang Utama Semarang, no rek : 1801042982, an. BIWADDO HARTOKO, SE.
Guna memudahkan informasi, mohon pengiriman uang ditambahkan nominal ratusan unik, contoh Rp.150.127,-

ARTIKEL OPINI PUBLIC

OPINI PUBLIC DAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI

Pembentukan opini publik sebagai bentuk manifestasi kebijakan politik luar negeri sebuah negara dapat dikategorikan sebagai sebuah soft-power yang berjalan beriringan dengan hard-power. Hard-power disini dapat diartikan sebagai kekuatan persenjataan atau kekuatan diplomasi dari suatu negara di tataran internasional. Sedangkan yang dimaksud dengan soft-power adalah kekuatan negara dalam membentuk sebuah paradigma yang akan mendukung terlaksananya sebuah kebijakan politik luar negeri.

Media pelaksanaan dari soft-power ini antara lainnya terdiri dari peran media internasional, budaya dan pendidikan. Konsiderasi dasar bagi sebuah negara dalam menerapkan praktik pembentukan opini publik berangkat dari sebuah asumsi bahwa publik merupakan entitas yang sangat sulit untuk dikendalikan. Dengan demikian, opini publik dirasa penting pula untuk dikuasai, dengan pertimbangan bahwa segala bentuk kebijakan politik luar negeri yang akan diterapkan oleh suatu negara harus mendapatkan dukungan yang kuat dari publik. Selain itu, opini publik merupakan mekanisme yang sangat kuat dalam menguasai paradigma publik internasional tentang suatu kebijakan politik luar negeri yang akan diambil.

Jadi, pada akhirnya, apabila opini publik internasional telah dapat dikuasai, maka aktor negara akan mendapatkan 2 keuntungan utama. Pertama, proses pembuatan dan perumusan kebijakan politik luar negeri negara tersebut tidak akan melalui sebuah proses yang sulit. Hal ini disebabkan oleh karena values yang berada di tataran paradigma publik telah dikuasai secara signifikan oleh negara itu. Kedua, keputusan kebijakan politik luar negeri juga akan dapat diimplementasikan secara optimal, karena telah tercapainya faktor pertama dengan baik.

Permasalahan yang kemudian muncul adalah mengenai bagaimana cara yang efektif bagi suatu negara dalam menguasai suatu opini publik. Dalam kasus ini, aktor media merupakan aktor yang memiliki akses terbesar dalam menguasai opini publik masyarakat. Contoh konkretnya antara lain dapat terlihat dalam kasus Al-Jazeera. Sejak tenarnya stasiun televisi ini pada tahun 2003 dengan memberikan pemberitaan yang berbeda dari media internasional lainnya mengenai perang Irak, kantor berita ini dapat dikategorikan sebagai pembentuk opini publik oposisi yang paling kuat di tataran dunia internasional, selain CNN dan BBC. Bukti pembentukan opini publik dari Al Jazeera antara lainnya terlihat dalam acara The Opposite Direction yang di-anchored oleh Dr. Faisal Al-Qassim.

Di berbagai episodenya, Dr. Qassim mengundang tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda dan cenderung kontroversial. Di salah satu episode dari The Opposite Direction, Dr. Qassim membawakan tema “Are Hezbollah are Resistance or Terrorist?”, dengan dihadiri oleh dua scholars dari Mesir dan Lebanon. Episode ini kemudian berdampak pada kecaman dari berbagai negara Arab seperti Suriah dan Mesir karena menganggap Al Jazeera memprovokasi masyarakat Arab lainnya untuk menganggap Hezbollah sebagai freedom-fighter dibandingkan sebagai rebellion.

Meskipun tidak menjadi afiliasi negara apapun, termasuk Qatar, perilaku yang dicerminkan oleh Al Jazeera ini setidaknya telah membuat Suriah dan Mesir harus mengkalkulasikan kebijakan politik luar negerinya sebagai akibat dari adanya opini publik yang ditimbulkan oleh stasiun televisi tersebut. Dalam konteks yang lain, Amerika Serikat juga mempunyai kekuatan media yang sangat kuat. Kekuatan ini berada di bawah United States Information Agency (USIA), dengan VoA yang menjadi vanguard dari pembentukan opini publik internasional. Dalam kasus ini, USIA berperan secara aktif sebagai alat dari pemerintahan Amerika Serikat untuk menguasai opini publik masyarakat internasional.

USIA merupakan representasi dari apa yang disebut sebagai mekanisme soft-power AS dalam melancarkan kebijakan politik luar negerinya. Pada akhirnya, berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan media dalam pembentukan opini publik internasional sudah sepertinya layaknya konsepsi dari von Clausewitz mengenai perang. Apabila Clausewitz menyatakan bahwa perang merupakan bentuk lain dari kebijakan politik luar negeri suatu negara, maka keberadaan media dapat dianalogikan sebagai bentuk lain dari penguasaan opini publik untuk mendukung pelaksanaan suatu kebijakan politik luar negeri dari negara yang bersangkutan.

Senin, 13 Oktober 2008

Editorial 2

Mematahkan Belenggu BBM

BELENGGU bahan bakar minyak terhadap sistem kehidupan dan perekonomian Indonesia sangat kuat. Celakanya, belenggu BBM itu semakin lama semakin mematikan. Karena itu, diperlukan keberanian luar biasa untuk mematahkan belenggu tersebut.

Perekonomian Indonesia dibangun dan dimanjakan kelimpahan minyak sejak 1970-an. Kita berperilaku--sampai sekarang--seperti negara kaya minyak. Padahal, faktanya kita telah menjadi importir minyak sejak akhir 1980-an.

Kemanjaan itu terlihat sangat jelas sampai sekarang. Yaitu Indonesia tetap bertahan sebagai anggota OPEC--organisasi negara-negara pengekspor minyak--padahal kita telah kehilangan status sebagai pengekspor.

Perilaku sebagai negara kaya minyak dipelihara melalui kebijakan subsidi BBM hingga saat ini. Dalam APBN 2008 yang telah diperbarui, subsidi BBM mencapai Rp126,8 triliun.

Padahal dari waktu ke waktu, ketika harga minyak bergejolak, subsidi BBM menjadi bumerang.

Tatkala harga minyak sekarang mulai menyentuh US$120/barel, lonjakan subsidi BBM bisa mencapai Rp250 triliun. Itulah angka yang mematikan bila terus dipelihara.

Dengan posisi sebagai importir, tidaklah masuk akal Indonesia mempertahankan kebijakan subsidi BBM. Negara biasanya memberi subsidi pada barang-barang yang ketersediaannya melimpah ruah. Air minum, misalnya, bisa disubsidi karena kita memiliki sumber yang banyak.

Yang amat menggelikan, Indonesia menempuh subsidi BBM yang persediaannya semakin langka. Subsidi itu pun dibakar mobil-mobil yang berseliweran di jalan raya tanpa banyak makna bagi kemaslahatan publik.

Jadi sangat jelas, subsidi BBM adalah kebijakan bunuh diri. Namun, pemerintah seperti kehilangan akal untuk mematahkan belenggu itu.

Begitu parahnya belenggu BBM, pemerintah tidak saja kehilangan akal secara substansial, yaitu menaikkan atau menghapus subsidi, tetapi juga kehilangan akal dalam cara menyampaikan kebijakan.

Belum tahu kapan diumumkan, pemerintah sudah memberi sinyal bahwa BBM akan naik sekitar maksimal 30%. Apa akibatnya? Pasar yang memperoleh sinyal itu segera menaikkan harga barang kebutuhan sesuai dengan perhitungan sendiri. Ketika harga BBM dinaikkan secara resmi, pasar menaikkan lagi harganya. Jadi, untuk satu kenaikan harga BBM rakyat memikul beban dua kali. Itu kesalahan prosedur yang fatal.

Belenggu BBM mungkin terlalu sulit dan riskan untuk dihapus serentak. Namun, opsi tentang penghematan tidak pernah dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah. Semua penghematan BBM yang disuarakan beberapa kali adalah penghematan sebatas omongan belaka. Dalam praktik, tidak dilaksanakan, terutama oleh pemerintah sendiri.

Lalu tentang energi alternatif. Itu juga kebijakan yang tidak jelas skema, sasaran, dan operasionalnya. Rakyat di sejumlah daerah diiming-iming menanam jarak pagar, tetapi tidak jelas akan dijual ke mana dan diproses pabrik apa. Akibatnya, biji jarak membusuk dan rakyat membasmi tanaman jarak karena tidak memberi kontribusi pada kesejahteraan.

Penghematan BBM di sektor transportasi publik juga tidak dilaksanakan. Proyek kereta bawah tanah di Jakarta baru sebatas omongan selama dua dasawarsa. Monorel terancam jadi besi tua.

Belenggu BBM hanya bisa dipatahkan dengan keberanian luar biasa, yaitu tidak ada lagi subsidi BBM dalam perekonomian Indonesia mulai sekarang dan seterusnya. Untuk mematahkan itu diperlukan pemimpin yang juga berani luar biasa.

Editorial 1

Penanggung Jawab Minyak Indonesia

DALAM 10 tahun terakhir, dunia perminyakan Indonesia tidak terlepas dari sosok Purnomo Yusgiantoro. Dialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Dia menduduki jabatan ini sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri sampai dengan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekarang ini.

Krisis yang sedang melanda negara ini sekarang berkaitan erat dengan pergerakan harga minyak di pasar dunia yang sama sekali berada di luar kemampuan kita untuk mengendalikannya. Namun, menurut kalkulasi pemerintah, krisis minyak yang memaksa kenaikan harga BBM tidak terelakkan disebabkan ketidakmampuan Indonesia meningkatkan produksi minyak mentah.

Di sinilah sesungguhnya malapetaka itu. Realisasi produksi minyak mentah atau lifting Indonesia selama ini tidak pernah melampaui angka 1 juta barel per hari. Tetapi, anehnya, dalam proyeksi penerimaan APBN, minyak mentah Indonesia selalu diasumsikan berada pada tingkat di atas 1 juta barel per hari.

Produksi minyak yang terus merosot, sekarang sekitar 900 ribu barel per hari, terjadi bersamaan dengan optimisme pemerintah yang tinggi bahwa di dalam perut bumi negeri ini tersimpan minyak mentah berlimpah. Lelang blok-blok eksplorasi terus diobral, tetapi hasilnya tidak memuaskan kalau tidak mau dikatakan nihil.

Antara keyakinan pemerintah dan realisasi produksi tidak sejalan. Kita tidak saja dirundung malapetaka harga minyak yang tidak terkontrol, tetapi juga dihajar bencana pembayaran cost recovery yang amat mahal.

Jadi, dalam dunia perminyakan, Indonesia menderita tiga kali. Menderita karena produksi yang terus merosot. Menderita karena harga yang tidak terkontrol. Dan dihajar lagi penderitaan oleh cost recovery yang mencekik. Para analis berpendapat, Indonesia akan menghadapi bencana sosial hebat bila harga minyak menyentuh US$150 per barel.

Bila tren sekarang tidak terbendung, harga US$150 per barel akan terjadi tahun ini juga. Harga minyak sekarang bertengger pada kisaran US$120 per barel.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil tanggung jawab luar biasa berani ketika memutuskan untuk menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Luar biasa berani karena keputusan menaikkan harga BBM mengingkari janji Presiden sebelumnya.

Pada titik ini, sudah sepatutnya kita bertanya, siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab dalam kegagalan produksi minyak Indonesia?

Ketika asumsi APBN dikoreksi berulang kali, seakan-akan kegagalan itu adalah tanggung jawab Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian. Belum pernah kita mendengar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan bertanggung jawab atas kegagalan lifting minyak Indonesia. Kegagalan yang menjerumuskan bangsa dan negara ke bencana yang mengerikan.

Kita tidak tahu apakah Presiden pernah meminta pertanggungjawaban dari menteri yang satu ini atas kegagalan produksi minyak nasional.